Zona Djadoel ’80/90 Di Pasar Santa, Tempat Nostalgia Mainan Jadul hingga Alat Sulap Lawas

Avatar photo

- Jurnalis

Sabtu, 30 Mei 2026 - 08:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MataRakyat.Online | JAKARTA – Di tengah berkembangnya tren barang vintage dan koleksi lawas, sebuah kios kecil di Pasar Santa, Jakarta Selatan, berhasil menarik perhatian para pecinta nostalgia.

Kios bernama ’Zona Djadoel 80/90’ milik Awan Darmawan itu menghadirkan beragam koleksi unik mulai dari mainan jadul, uang kuno, alat sulap, hingga berbagai barang antik yang kini semakin sulit ditemukan.

Berlokasi di salah satu sudut Pasar Santa, Zona Djadoel tampil mencolok dengan suasana penuh nuansa retro.

Deretan mainan era 80-an dan 90-an, boneka vintage, action figure, komik lawas, hingga koleksi uang kuno dipajang rapi di bagian depan kios untuk menarik perhatian pengunjung.

Tak hanya itu, koleksi alat sulap jadul juga menjadi salah satu daya tarik utama di kios tersebut.

Berbagai perlengkapan sulap klasik hingga properti trik sulap lawas masih tersimpan dan dijual dalam kondisi baik. Koleksi itu kerap diburu para penghobi sulap maupun kolektor barang unik.

Awan Darmawan mengatakan, kecintaannya terhadap barang-barang lawas menjadi alasan utama dirinya membuka Zona Djadoel di Pasar Santa.

Menurutnya, setiap barang memiliki cerita dan kenangan tersendiri bagi para pemilik maupun pengunjung yang datang.

Baca Juga :  Museum Raden Aria Wangsakara Mulai Dibangun, Merawat Ingatan dari Lengkong untuk Generasi Bangsa

“Barang jadul bukan sekadar koleksi, tapi juga potongan kenangan yang membawa orang kembali ke masa kecilnya,” kata Awan, saat dijumpai Wartawan, Sabtu 30 Mei 2026.

Awan mengaku, banyak pengunjung datang hanya untuk melihat-lihat dan mengenang masa kecil mereka melalui koleksi yang dipajang di kios tersebut.

“Kadang ada yang datang terus bilang, ‘Wah dulu saya pernah punya mainan ini waktu kecil’. Dari situ saya senang karena barang-barang lama ini ternyata masih punya nilai emosional,” ujarnya.

Menurutnya, sebagian besar koleksi di Zona Djadoel diperoleh dari sesama kolektor, pasar barang antik, hingga hasil berburu ke berbagai daerah. Ia pun rutin menambah koleksi agar pengunjung selalu menemukan barang baru setiap datang ke kiosnya.

“Yang paling dicari biasanya mainan jadul sama uang kuno. Tapi alat sulap juga banyak peminatnya karena sekarang sudah mulai jarang ditemukan,” katanya.

Awan menambahkan, beberapa kolektor bahkan rela datang dari luar kota demi mencari barang tertentu yang sudah langka di pasaran.

“Banyak yang datang bukan cuma mau beli, tapi memang ingin bernostalgia. Ada juga kolektor yang sengaja hunting barang langka buat melengkapi koleksinya,” ucapnya.

Baca Juga :  Waspada Pinjol Ilegal, Pilar Dorong UMKM Tangsel Beralih ke Layanan Resmi

Salah satu pengunjung, Detri mengaku, tertarik datang ke Zona Djadoel karena suasananya yang mampu mengingatkan dirinya pada masa kecil.

“Masuk ke sini rasanya kayak balik ke zaman dulu. Banyak barang yang pernah saya lihat waktu kecil, jadi bikin nostalgia banget,” kata Detri.

Ia juga mengaku kagum dengan koleksi alat sulap dan mainan lawas yang masih tersimpan dalam kondisi baik.

“Yang paling menarik itu alat sulap jadulnya, sekarang sudah jarang banget ditemukan. Koleksinya lengkap dan unik,” ujarnya.

Keberadaan Zona Djadoel turut menambah warna di Pasar Santa yang selama ini dikenal sebagai salah satu pusat komunitas kreatif dan pecinta barang vintage di Jakarta.

Kios milik Awan Darmawan itu kini menjadi salah satu spot favorit bagi kolektor, pecinta retro, hingga anak muda yang penasaran dengan suasana nostalgia era lawas.

“Saya ingin Zona Djadoel jadi tempat orang bernostalgia, bukan cuma tempat jual beli barang,” tutupnya.

Penulis : JP

Editor : Redaksi

Berita Terkait

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!
Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom
PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI Telah Usai, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Bangun Tekad Akan Terapkan Nilai-nilai Kebangsaan di Dunia Kesehatan
Museum Raden Aria Wangsakara Mulai Dibangun, Merawat Ingatan dari Lengkong untuk Generasi Bangsa
Jalin Kemitraan, PWI Tangsel Gelar Diskusi Bersama PLN
KBL Group Rayakan HUT ke-81 RI, Pererat Kekompakan dan Semangat Nasionalisme Karyawan
Kenali 11 Potensi Manfaat Daun Afrika, dari Antioksidan hingga Dukungan Kesehatan Jantung
Polda Metro Jaya Gelar Jumat Peduli, Bagikan 250 Paket Sembako untuk Pengemudi Ojol

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 16:47 WIB

DePA-RI Desak Penegakan Hukum Tegas Terhadap Pelaku KARHUTLA, Negara Harus Hadir dan Bertindak!

Minggu, 11 Oktober 2026 - 19:54 WIB

Pengurus DPP GMPD Resmi Dilantik, Wamen Desa PDT RI, Beri Ucapan Selamat via Zoom

Sabtu, 12 September 2026 - 14:58 WIB

PPNK Angkatan 73 Lemhannas RI Telah Usai, dr. Hj. Nadya Isra Miranti, M.K.M Bangun Tekad Akan Terapkan Nilai-nilai Kebangsaan di Dunia Kesehatan

Sabtu, 12 September 2026 - 01:10 WIB

Museum Raden Aria Wangsakara Mulai Dibangun, Merawat Ingatan dari Lengkong untuk Generasi Bangsa

Rabu, 9 September 2026 - 20:36 WIB

Jalin Kemitraan, PWI Tangsel Gelar Diskusi Bersama PLN

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB