MATARAKYAT.ONLINE, PONDOK UDIK – Pemerintah Desa Pondok Udik melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Bina Usaha Sukses mengambil langkah strategis dalam menjaga stabilitas ekonomi lokal sekaligus memperkuat ketahanan pangan desa. Upaya tersebut diwujudkan melalui pengembangan program budidaya ayam petelur yang dikelola secara profesional dan berkelanjutan.
Program ini berlokasi di Kampung Pondok Udik, RT 001 RW 002, dengan memanfaatkan lahan desa sebagai aset produktif. BUMDes membangun fasilitas kandang modern berukuran 16 x 8 meter yang mampu menampung hingga 1.032 ekor ayam petelur, sebagai basis produksi telur skala desa.

Didukung Dana Desa untuk Dampak Nyata
Realisasi program budidaya ayam petelur ini mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Desa Pondok Udik melalui alokasi Dana Desa Tahun Anggaran 2025 sebesar Rp225.000.000. Anggaran tersebut mencakup pembangunan infrastruktur kandang, pengadaan bibit ayam, sarana pendukung, serta kewajiban pajak operasional.
Dalam pelaksanaannya, proyek ini dikerjakan oleh Tim Pengelola Kegiatan (TPK) dengan melibatkan partisipasi warga setempat. Kolaborasi tersebut mencerminkan semangat gotong royong dalam membangun unit usaha desa yang berorientasi pada keberlanjutan.
Manajemen Produksi Terukur dan Berkelanjutan
Pengelola peternakan ayam petelur, Subur, menjelaskan bahwa perencanaan operasional telah dilakukan secara matang sejak pertengahan 2025. Pembangunan dimulai pada Juni, sementara pengisian bibit ayam dilakukan pada Agustus 2025.
“Kami menerapkan sistem recording atau pencatatan rutin setiap minggu untuk memantau kondisi ternak dan produksi. Saat ini, masa produksi sudah berjalan sekitar 41 minggu,” jelas Subur.
Untuk menjaga produktivitas, pengelola secara konsisten menerapkan langkah preventif, seperti vaksinasi rutin, pemantauan kesehatan ayam, serta penyemprotan disinfektan secara berkala. Upaya ini dilakukan guna meminimalkan risiko penyakit dan stres pada ternak, sehingga kualitas dan kuantitas produksi telur tetap terjaga.

Dorong UMKM dan Perputaran Ekonomi Desa
Seiring meningkatnya produksi telur, dampak ekonomi mulai dirasakan sejak September 2025. Pembukuan keuangan BUMDes Bina Usaha Sukses menunjukkan tren positif, menandakan unit usaha ini mulai memberikan kontribusi terhadap pendapatan desa.
Ke depan, program ketahanan pangan Desa Pondok Udik ini tidak hanya berfokus pada produksi telur segar.
BUMDes berencana menggandeng pelaku UMKM lokal untuk mengolah telur menjadi produk turunan bernilai tambah, seperti makanan olahan dan produk rumah tangga.
“Harapan kami, program ini tidak hanya memenuhi kebutuhan telur masyarakat, tetapi juga membuka lapangan kerja dan melibatkan lebih banyak warga agar roda ekonomi desa berputar lebih cepat,” ujar Subur.
Saat ini, unit usaha budidaya ayam petelur dikelola oleh tujuh anggota aktif. BUMDes Bina Usaha Sukses optimistis, inisiatif ini dapat menjadi model percontohan bagi desa lain dalam pemanfaatan Dana Desa untuk sektor produktif dan berkelanjutan. (Red)
Penulis : Redaksi
Editor : Gito Rahmad









