Mata Rakyat.Online | SERANG – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten mempromosikan kekayaan seni budaya serta produk Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) lokal dalam Pentas Budaya rangkaian Hari Pers Nasional (HPN) 2026. Kegiatan tersebut digelar di Lapangan Pancaniti, Kawasan Pusat Pemerintahan Provinsi Banten (KP3B), Kota Serang, Sabtu (7/2/2026).
Sebanyak 43 pelaku UMKM turut ambil bagian dalam pameran yang menampilkan beragam produk kriya, fashion, hingga kuliner khas Banten. Kegiatan ini dihadiri wartawan dari berbagai daerah di Indonesia yang mengikuti rangkaian HPN 2026.
Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah menyambut langsung para peserta HPN dan menyampaikan rasa syukur atas terpilihnya Provinsi Banten sebagai tuan rumah HPN 2026.

“Alhamdulillah, sekarang HPN 2026 ada di Provinsi Banten. Selamat datang di Provinsi Banten. Semoga bahagia di Provinsi Banten,” ujar Dimyati.
Menurutnya, kehadiran seni budaya dan produk UMKM dalam rangkaian HPN bukan sekadar hiburan, tetapi juga menjadi sarana penguatan identitas lokal sekaligus ajang promosi potensi daerah kepada publik nasional.

Pada kesempatan tersebut, Dimyati juga memaknai kata “Pers” sebagai sebuah singkatan. Huruf P dimaknai sebagai penegak keadilan dan kebenaran untuk melawan hoaks dan menyajikan berita faktual. Huruf E adalah ekspresi, yang menurutnya paling indah disalurkan melalui seni dan budaya secara bertanggung jawab.

Sementara huruf R dimaknai sebagai rakyat merdeka dan berpikir, di mana pers berperan sebagai jembatan antara rakyat dan penguasa, sekaligus mata dan telinga rakyat. Adapun huruf S bermakna kontrol sosial terhadap kekuasaan eksekutif, legislatif, dan yudikatif.
Dimyati menambahkan, di tengah era digital saat ini, media massa menghadapi tantangan besar sehingga membutuhkan dukungan dan afirmasi dari pemerintah.
“Diperlukan kerja sama yang baik dan konstruktif agar media massa bisa terus tumbuh,” ujarnya.
Ia juga berharap pengelola media massa dan organisasi profesi pers terus meningkatkan kapasitas wartawan melalui pelatihan dan standardisasi kompetensi, sehingga wartawan mampu mentransformasikan informasi dan ilmu pengetahuan kepada masyarakat secara berkualitas.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Banten Eli Susiyanti mengatakan bahwa pentas budaya dan pameran UMKM digelar untuk memeriahkan rangkaian peringatan HPN 2026 sekaligus sebagai bentuk dukungan Pemprov Banten terhadap kegiatan nasional tersebut.
“Pentas budaya, hiburan, dan pameran UMKM ini menjadi wadah untuk memperkenalkan keanekaragaman budaya tradisional Banten, mulai dari seni pertunjukan, kuliner, kriya, hingga fashion khas Banten,” kata Eli.
Ia menjelaskan, seluruh pelaku seni dan UMKM yang terlibat merupakan perwakilan dari delapan kabupaten dan kota di Provinsi Banten, sehingga mencerminkan kekayaan budaya serta keberagaman potensi ekonomi kreatif daerah.

“Kami melibatkan perwakilan dari seluruh kabupaten/kota di Banten. Ini menunjukkan bahwa Banten memiliki kekayaan budaya dan produk UMKM yang beragam dan siap dipromosikan di tingkat nasional,” ujarnya.
Eli menambahkan, kehadiran peserta HPN 2026 dari berbagai daerah menjadi momentum strategis untuk memperluas promosi pariwisata dan UMKM Banten, sekaligus mendorong peningkatan kunjungan wisata dan penguatan ekonomi lokal.
“Ini sekaligus membuka peluang promosi yang lebih luas bagi UMKM lokal,” pungkasnya.
Pentas budaya, hiburan, dan pameran UMKM ini pun mendapat antusiasme tinggi dari masyarakat dan peserta HPN. Wakil Gubernur Banten Achmad Dimyati Natakusumah turut meninjau sejumlah stan UMKM yang dipamerkan dalam kegiatan tersebut.
Penulis : Wenny
Editor : Herman









