Serang Kota – MataRakyat.Online | Komando Inti (Koti) Mahatidana Pemuda Pancasila Majelis Pimpinan Wilayah (PP-MPW) Provinsi Banten menggelar kegiatan diklat dan pembaretan bagi anggotanya pada 11–13 Februari 2026 di Bukit Indah, Pasauran, Kecamatan Cinangka, Kabupaten Serang, Provinsi Banten.
Kegiatan yang berlangsung selama tiga hari ini mengusung tema “Membentuk Kader yang Berkualitas, Loyalitas Tanpa Batas” dengan yel-yel khas “GOZIOOOUUU”. Pembaretan diikuti oleh 40 anggota Koti Mahatidana yang tergabung dalam satu pleton, dengan pendampingan pelatih dari unsur TNI.
Ketua PP-MPW Pemuda Pancasila Provinsi Banten, H. Johan Arifin Muba, SE, dalam sambutannya menegaskan bahwa pembaretan bukan sekadar prosesi seremonial mengenakan baret, melainkan proses pembentukan mental dan karakter kader.
“Pembaretan ini bukan hanya tentang mengenakan baret, tetapi tentang membangun mental dan karakter yang kuat. Saya berharap anggota Koti Mahatidana dapat menjadi contoh bagi masyarakat, menjadi generasi penerus yang bermoral dan berakhlak, serta menjadi agen perubahan yang positif di lingkungan sekitarnya,” ujarnya.

Hal senada disampaikan Wakil Ketua IV PP-MPW Banten, Kian Maulana, SH. Ia menyatakan dukungan penuh terhadap program pembinaan tersebut dan menekankan pentingnya keteladanan sikap anggota Koti Mahatidana di tengah masyarakat.
“Saya sangat mendukung program ini dan berharap anggota Koti Mahatidana mampu menunjukkan sikap yang baik, jujur, dan bertanggung jawab dalam setiap tindakan,” tegasnya.

Sementara itu, Danwil/Komandan Koti Mahatidana PP-MPW Provinsi Banten, Z. Sembiring, SH, secara resmi membuka kegiatan pembaretan dan diklat.
“Dengan ini saya menyatakan pembaretan Koti Mahatidana MPW Provinsi Banten telah dimulai. Manfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan kemampuan dan karakter, serta jadilah contoh bagi masyarakat. Mari jadikan Koti Mahatidana sebagai wadah pembentukan generasi pemuda yang bermoral dan berakhlak,” ungkapnya.
“Tetap semangat berjuang, semoga diberikan keselamatan dan kesehatan untuk kita semua,” tutupnya.
Diklat dan pembaretan ini dilaksanakan sebagai upaya menjaga marwah organisasi, agar baret Koti Mahatidana tidak digunakan secara sembarangan. Baret Koti Mahatidana memiliki nilai sejarah dan filosofi penting dalam organisasi Pemuda Pancasila, yang menegaskan prinsip hierarki, loyalitas, dan etika organisasi.
Kegiatan ini menegaskan komitmen Pemuda Pancasila sebagai wadah pembinaan generasi muda yang berkarakter, bermoral, dan berakhlak, sejalan dengan nilai-nilai Pancasila.
Penulis : Madun
Editor : Herman









