Kesehatan | MataRakyat.Online – Maag tak kambuh saat puasa menjadi harapan banyak penderita gangguan lambung menjelang Ramadan. Perubahan pola makan dan jeda waktu yang panjang tanpa asupan sering memicu rasa perih, mual, hingga nyeri ulu hati.
Namun, kondisi tersebut sebenarnya bisa dicegah jika puasa dijalankan dengan strategi yang tepat. Dokter spesialis penyakit dalam menegaskan bahwa pengaturan pola makan dan kepatuhan minum obat menjadi kunci utama menjaga lambung tetap stabil.
Penyebab Maag Kambuh Saat Puasa
Secara medis, maag atau gastritis terjadi akibat peradangan pada dinding lambung. Saat puasa, produksi asam lambung tetap berlangsung meski tidak ada makanan yang masuk.
Kondisi inilah yang dapat memicu rasa tidak nyaman bila lambung dalam keadaan sensitif. Selain itu, kebiasaan berbuka dengan makanan pedas, asam, atau gorengan juga kerap memperparah gejala.
Menurut dr. Andri Kurniawan, SpPD, spesialis penyakit dalam di Jakarta, kekambuhan lebih sering terjadi karena pola makan yang tidak teratur saat sahur dan berbuka. “Lambung butuh adaptasi. Jika langsung diberi makanan berat dalam jumlah besar, gejala mudah muncul,” ujarnya.
Tips Agar Maag Tak Kambuh Saat Puasa
1. Pilih Menu Sahur yang Ramah Lambung
Makanan berserat dan mengandung karbohidrat kompleks seperti nasi merah atau oatmeal lebih dianjurkan. Protein rendah lemak juga membantu menjaga rasa kenyang lebih lama.
Sebaliknya, konsumsi kopi dan makanan pedas sebaiknya dibatasi. Minuman berkafein dapat merangsang produksi asam lambung berlebih.
2. Hindari Balas Dendam Saat Berbuka
Setelah seharian menahan lapar, sebagian orang cenderung makan berlebihan. Padahal, kebiasaan tersebut dapat memicu lonjakan asam lambung secara tiba-tiba.
Oleh karena itu, berbukalah secara bertahap. Awali dengan air putih dan kurma, lalu beri jeda sebelum menyantap makanan utama.
3. Atur Jadwal Minum Obat
Bagi penderita maag kronis, dokter biasanya meresepkan obat penurun asam lambung. Obat tersebut tetap perlu diminum sesuai anjuran, meski sedang berpuasa.
Penyesuaian waktu konsumsi dapat dilakukan saat sahur dan setelah berbuka. Namun, konsultasi terlebih dahulu sangat disarankan agar dosis tetap efektif.
Pola Hidup Sehat untuk Cegah Maag Kambuh Saat Puasa
Stres juga berperan besar dalam memicu gangguan lambung. Aktivitas berlebihan dan kurang istirahat dapat memperburuk kondisi pencernaan.
Sementara itu, tidur cukup dan manajemen stres membantu menjaga keseimbangan hormon tubuh. Relaksasi ringan seperti berjalan santai setelah berbuka dapat menjadi pilihan.
Menurut dr. Andri, puasa justru bisa memberikan manfaat bagi sistem pencernaan jika dilakukan dengan pola yang benar. “Lambung mendapat waktu istirahat, asalkan tidak dibebani pola makan yang keliru,” katanya.
Kapan Harus Membatalkan Puasa?
Dalam kondisi tertentu, puasa sebaiknya dihentikan jika muncul nyeri hebat, muntah darah, atau pusing berlebihan. Gejala tersebut dapat menjadi tanda gangguan lambung yang lebih serius.
Selain itu, penderita tukak lambung aktif perlu pengawasan medis sebelum memutuskan berpuasa. Keselamatan tetap menjadi prioritas utama dalam beribadah.
Penutup
Menjaga agar maag tak kambuh saat puasa bukan hal yang mustahil. Dengan pemilihan makanan yang tepat, pengaturan jadwal makan, serta konsultasi medis rutin, ibadah Ramadan dapat dijalani dengan lebih nyaman.
Puasa yang sehat tidak hanya berdampak pada spiritualitas, tetapi juga memberi kesempatan tubuh untuk beradaptasi secara lebih seimbang.
Penulis : Redaksi
Editor : Herman FMBN









