KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

- Jurnalis

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

Oleh: Kurtubi
Tokoh Masyarakat Tangerang

Kota Tangerang | MataRakyat.Online – Wacana KH Embay Mulya Syarief layak untuk dijadikan sebagai Penasehat Ahli Kapolri adalah wacana yang rasional dan memiliki dasar sosiologis, kultural, dan strategis yang kuat.

Di tengah tantangan keamanan nasional yang semakin kompleks, Polri membutuhkan sosok penasehat ahli yang tidak hanya memahami teori keamanan, tetapi juga memiliki akar sosial yang kuat di masyarakat, khususnya di Banten yang dikenal sebagai tanah Jawara dan tanah Ulama.

*1. Siapa KH Embay Mulya Syarief, Modal Sosial dan Moral yang Lengkap*

KH Embay Mulya Syarief bukan sekadar tokoh agama biasa. Beliau memiliki tiga modal utama yang sangat relevan dengan kebutuhan Polri saat ini.

Pertama, ulama yang Suaranya didengar oleh masyarakat Banten hingga tingkat akar rumput.

Kedua, tokoh jawara Banten. Beliau adalah jembatan antara dunia ulama dan dunia jawara, dua kekuatan kultural utama di Banten yang selama ini menjadi penentu stabilitas sosial.

Ketiga, tokoh pemersatu dan penengah konflik. Dalam banyak peristiwa sosial di Banten, KH Embay sering tampil sebagai penengah yang mampu meredam konflik horizontal antara masyarakat, antara kelompok jawara, maupun antara masyarakat dengan pemerintah.

Baca Juga :  Kebakaran Gudang Kimia di Tangerang Selatan Cemari Sungai Cisadane, PDAM Hentikan Layanan Sementara

Modal sosial inilah yang tidak dimiliki oleh banyak akademisi keamanan. Polri membutuhkan figur yang bisa menerjemahkan bahasa negara ke bahasa rakyat dan sebaliknya.

*2. Mengapa Polri Membutuhkan Penasehat Ahli dari Kalangan Ulama Jawara Seperti KH Embay?*

Polri saat ini menghadapi tantangan yang tidak bisa diselesaikan hanya dengan pendekatan penegakan hukum represif.

*a. Tantangan Deradikalisasi dan Pencegahan Konflik Sosial.*

Banyak konflik sosial di Indonesia berakar dari kesalahpahaman agama dan budaya. Kehadiran ulama seperti KH Embay sebagai Penasehat Ahli Kapolri akan memperkuat strategi Polri dalam melakukan pendekatan kultural dan religius dalam mencegah radikalisme, intoleransi, dan konflik horizontal. Fatwa dan nasihat ulama seringkali lebih efektif daripada surat edaran kepolisian.

*b. Tantangan Keamanan Kawasan Industri dan Objek Vital Nasional.*

Banten adalah kawasan dengan objek vital nasional yang sangat banyak. Mulai dari industri baja dan petrokimia di Cilegon, PLTU Suralaya, Kilang Pertamina, hingga Pelabuhan Merak. Keamanan objek-objek ini tidak hanya bergantung pada penjagaan fisik, tetapi juga pada kondusifitas sosial masyarakat sekitar. Sebagai tokoh yang sangat dihormati oleh masyarakat dan jawara Banten, KH Embay memiliki kemampuan untuk menjaga kondusifitas tersebut.

Baca Juga :  Kapolsek Kelapa Dua Tegaskan Komitmen Ungkap Kasus Penemuan Jenazah Bayi di Bojong Nangka

*c. Tantangan Membangun Kepercayaan Publik.*

Polri saat ini sedang gencar melakukan reformasi untuk membangun kepercayaan publik. Kehadiran ulama yang di hormati sebagai Penasehat Ahli akan menjadi jembatan moral yang memperkuat legitimasi Polri di mata umat Islam dan masyarakat Banten pada khususnya serta masyarakat Indonesia pada umumnya.

*3. Relevansi dengan Pembangunan Daerah dan Stabilitas Nasional*

Data Kinerja Pembangunan Daerah Kemendagri Oktober 2026 mencatat ekonomi Banten tumbuh 5,49 persen dengan PDRB Rp 253,09 triliun, kemiskinan 5,3 persen, pengangguran 6,48 persen, dan IPM 77,25. Angka ini menunjukkan Banten adalah provinsi yang strategis secara ekonomi, tetapi masih membutuhkan stabilitas untuk pemerataan manfaat.

Stabilitas keamanan di Banten akan sangat menentukan stabilitas ekonomi nasional. Jika ada tokoh seperti KH Embay yang menjadi Penasehat Ahli Kapolri, maka sinergi antara Polri, ulama, jawara, dan pemerintah daerah akan semakin kuat.

*4. Penasehat Ahli Kapolri, Peran Strategis yang Tepat*

Perlu dipahami, Penasehat Ahli Kapolri bukanlah jabatan struktural operasional Polri. Penasehat Ahli adalah jabatan fungsional yang memberikan masukan, nasihat, dan pertimbangan berbasis keahlian dan pengalaman sosial kepada Kapolri dalam mengambil kebijakan strategis.

Penulis : KURTUBI

Berita Terkait

Langkah Dini Lindungi Warga, Sachrudin dan DPUPR Terus Bergerak
Anniversary Kedua Ribet Skuteris di Tangerang Tak Sekadar Kumpul, Ada Santunan Yatim dan Cek Kesehatan Gratis
Normalisasi Kali Ledug akan Tuntas Sesuai Target
Uang Ratusan Miliar dalam OTT KPK! 17 Orang Terseret Kasus HGB, Ada Pejabat Pertanahan dan Bos Summarecon
Forum Pelanggan Perumda Tirta Benteng Dinilai Bisa Jadi “Alarm” Masalah Pelayanan
Gebyar HUT RI ke-81 di Bulak Santri, Warga RW 05 Semarakkan Kemerdekaan dengan Olahraga dan Kebersamaan
Upacara 17 Agustus Jadi Puncak HUT ke-81 RI, Semangat Warga Cipondoh Menggema
Hadirkan Ruang Gerak Sehat, Sachrudin Resmikan CFD Graha Raya Lintas Kota

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 15:18 WIB

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Senin, 28 September 2026 - 21:36 WIB

Langkah Dini Lindungi Warga, Sachrudin dan DPUPR Terus Bergerak

Minggu, 27 September 2026 - 10:31 WIB

Anniversary Kedua Ribet Skuteris di Tangerang Tak Sekadar Kumpul, Ada Santunan Yatim dan Cek Kesehatan Gratis

Minggu, 27 September 2026 - 08:48 WIB

Normalisasi Kali Ledug akan Tuntas Sesuai Target

Selasa, 15 September 2026 - 17:00 WIB

Uang Ratusan Miliar dalam OTT KPK! 17 Orang Terseret Kasus HGB, Ada Pejabat Pertanahan dan Bos Summarecon

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB