Sains Festival BRIN di Serpong Bidik Talenta Muda Jadi Ahli Nuklir dan Antariksa

Avatar photo

- Jurnalis

Rabu, 23 September 2026 - 22:16 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGSEL|MataRakyat.Online — Sekitar 1.200 siswa SMA dan mahasiswa berkumpul dalam Sains Festival yang digelar Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) di Gedung Graha Widya Bhakti, Muncul, Setu, Tangerang Selatan (Tangsel), ditulis Rabu 23 September 2026.

Bukan sekadar festival, kegiatan ini menjadi bagian dari upaya BRIN mencari dan menyiapkan talenta muda Indonesia untuk menguasai teknologi nuklir dan antariksa.

BRIN membuka ruang bagi generasi muda untuk mengenal teknologi nuklir secara lebih dekat. Edukasi ini sekaligus menjadi strategi untuk menjaga keberlanjutan sumber daya manusia di bidang nuklir yang membutuhkan keahlian khusus.

Wakil Kepala BRIN, Amarullah Octavian mengatakan, festival tersebut mengajak siswa dan mahasiswa memahami perkembangan teknologi nuklir dan antariksa.

“Kita menyelenggarakan sains festival, yang mengundang mahasiswa, anak-anak SMA, untuk lebih memahami apa itu teknologi nuklir, dan juga antariksa.” kata Amarullah.

Amarullah menilai, pengenalan teknologi nuklir kepada generasi muda penting karena Indonesia telah mengembangkan teknologi tersebut sejak dekade 1960-an. Indonesia memiliki tiga reaktor nuklir yang berada di Serpong, Yogyakarta, dan Bandung.

“Kita punya tiga reaktor nuklir. Ada yang di sini, di Sepong, ada di Jogja, ada di Bandung. Kita jauh lebih luas dibandingkan banyak negara.” terangnya

Menurutnya, teknologi nuklir juga memiliki pemanfaatan luas dalam kehidupan sehari-hari. Penggunaannya mencakup bidang kesehatan, pangan, industri hingga produk kosmetik.

“Jadi teknologi nuklir itu banyak sekali pemanfaatannya.” ujarnya

Selain itu, Amarullah juga menyoroti, stigma masyarakat yang masih mengaitkan teknologi nuklir dengan sesuatu yang berbahaya. Ia menilai, pemahaman tersebut perlu diperbarui seiring perkembangan teknologi.

“Jadi di Indonesia kadang-kadang banyak masyarakat terjebak pada stigma atau pemikiran teknologi nuklir yang jadul. Kita sekarang sudah jauh lebih modern.” tuturnya

Amarullah menegaskan, pengembangan teknologi nuklir di Indonesia diarahkan untuk tujuan damai.

Baca Juga :  Pokdarkamtibmas Resor Tangsel Gelar DIKLAT MADYA Dan Luncurkan Aplikasi Digital, Perkuat Sinergi Dengan 3 Pilar

“Jadi kita di Indonesia itu teknologi nuklir untuk keperluan damai. Jadi tidak ada yang perlu ditakutkan. Tidak ada yang perlu dikhawatirkan.” terangnya

Selain itu, Amarullah melihat, kebutuhan energi Indonesia akan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk dan aktivitas ekonomi. Karena itu, kerja sama dengan sejumlah negara terus dilakukan untuk mengembangkan teknologi nuklir.

Amarullah mengungkap, Salah satu mitra BRIN adalah Rusia melalui Rosatom. Kerja sama Indonesia-Rusia di bidang nuklir mencakup sejumlah aspek, mulai dari energi, aplikasi non-energi hingga pengembangan sumber daya manusia.

BRIN menyebut kerja sama formal tersebut telah berjalan sejak 2015. Salah satu riset yang dikembangkan bersama Rosatom berkaitan dengan High Temperature Gas Cooled Reactor (HTGR).

“2015 kita juga sudah mulai meriset terkait dengan High Temperature Gas Cooled Reactor bersama dengan Rosatom juga.” tuturnya

Selain energi, Amarullah menyebut, kerja sama mencakup pemanfaatan teknologi nuklir untuk pangan, kesehatan dan industri. BRIN juga mengirim peneliti serta talenta muda Indonesia ke Rusia untuk mengikuti pendidikan dan pelatihan.

“Nah kerjasama kita ada beberapa aspek yang pertama terkait dengan energi, non-energi yang didalamnya ada tadi untuk pangan, untuk kesehatan, untuk industri, dan yang ketiga untuk pengembangan sumber daya manusia.” jelasnya.

Nantinya, kata Amarullah, Kerja sama tersebut juga diarahkan pada peningkatan kapasitas SDM melalui pendidikan dan pelatihan teknologi nuklir.

“Jadi kita mengirimkan yang riseter kita, pririset kita, future generation kita ke Rusia untuk sekolah dan mengikuti berbagai macam training di sana.” jelasnya

Di sisi lain, BRIN menjadikan Sains Festival sebagai bagian dari proses pencarian talenta. Lembaga tersebut ingin menemukan siswa dan mahasiswa yang memiliki minat serta kemampuan di bidang sains dan teknologi.

Baca Juga :  Cipayung Bebas Jentik 100 Persen, Seluruh RW Lulus Sertifikasi Jumantik

Kegiatan itu tidak berdiri sendiri. BRIN sebelumnya menggelar Young Nuclear Talent Fest di Yogyakarta pada 2024. Pada 2025, BRIN kembali menjalankan kegiatan bersama Rosatom.

Kini, program tersebut diperluas melalui Sains Festival di Serpong dengan jumlah peserta yang lebih banyak.

“Kali ini kita selenggarakan di Serpong dengan mengundang lebih banyak lagi peserta, khususnya dari siswa dan mahasiswa. Mereka adalah future leader kita.” paparnaya

Selain itu, BRIN juga menghubungkan penjaringan talenta tersebut dengan program Manajemen Talenta Nasional bidang riset dan inovasi. Peserta yang memiliki minat dan kemampuan dapat diarahkan mengikuti program pengembangan, mulai dari kegiatan riset hingga pendidikan lanjutan.

“Kita terus berupaya memberikan inspirasi, kemudian mencari talenta yang nanti bisa terus berlanjut bekerja di bidang nuklir yang tersebut.” terangnya.

Selain itu, BRIN menghadirkan Nuclear Talent School untuk peserta yang ingin mendapatkan pengalaman praktik melalui workshop dan aktivitas menggunakan peralatan terkait teknologi nuklir.

Maka itu, Amarullah mengajak, media ikut menemukan anak-anak berprestasi dari berbagai daerah agar mendapat kesempatan mengembangkan kemampuan mereka.

“Saya berupaya untuk mengundang anak-anak paling pintar di Indonesia. Semuanya nanti akan kita biayai, kita dorong menjadi ahli-ahli nuklir.” tegasnya.

Amarullah berharap, target BRIN tidak berhenti pada penguasaan teknologi nuklir. Lembaga tersebut juga ingin melahirkan generasi yang mampu mengembangkan teknologi antariksa.

“Mimpi kita, saintis kita, tidak hanya menguasai nuklir, tapi juga menguasai ruang angkasa.” harapnya

Menurutnya, perkembangan teknologi antariksa akan menjadi salah satu peluang besar pada masa depan. Karena itu, Indonesia perlu menyiapkan talenta sejak sekarang.

“Jadi kita juga mencari anak-anak Indonesia yang brilliant, pinter, badannya sehat, kuat, nanti untuk bisa mungkin tinggal di luar angkasa.” pungkasnya.

Penulis : JP

Editor : REDAKSI

Berita Terkait

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa
SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung
Pilar Saga Apresiasi KH Sobron Zayyan, Tokoh Keagamaan Tangsel Raih Anugerah Inspiratif
Pembangunan DSDABMBK di Bintaro Sektor 3A Diduga Berkaitan dengan Kecelakaan Tunggal
Lahan Terbatas Bukan Halangan! SDN Ciputat 06 Tangsel Disulap Jadi Gedung 3 Lantai
9.000 Atlet Porprov Banten Bertanding di Tangsel, 23 Rumah Sakit Disiapkan Antisipasi Cedera
Maulid Nabi di SMKN 2 Tangsel, Siswa Diajak Teladani Akhlak Rasulullah
Jelang Pilkades 2026, Pesannya Tegas Cikarang Jadi Lokasi Deklarasi Damai GARDA, 10 Poin Jelang Pilkades 2026 Disorot
Sains Festival BRIN di Serpong diikuti sekitar 1.200 siswa dan mahasiswa. BRIN membidik talenta muda untuk menguasai teknologi nuklir dan antariksa.

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pilar Saga Apresiasi KH Sobron Zayyan, Tokoh Keagamaan Tangsel Raih Anugerah Inspiratif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Pembangunan DSDABMBK di Bintaro Sektor 3A Diduga Berkaitan dengan Kecelakaan Tunggal

Sabtu, 26 September 2026 - 17:36 WIB

Lahan Terbatas Bukan Halangan! SDN Ciputat 06 Tangsel Disulap Jadi Gedung 3 Lantai

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB