MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Media sosial bisa menjadi jembatan informasi, tetapi juga dapat menjadi pintu masuk berbagai informasi yang bertentangan dengan norma agama maupun hukum. Karena itu, kewaspadaan keluarga menjadi salah satu kunci menjaga generasi muda dari pengaruh negatif.
Pesan tersebut disampaikan Bhabinkamtibmas Desa Curug Wetan Polsek Curug, Aiptu Iksan Iskandar, saat melaksanakan kegiatan sambang dan Door to Door System (DDS) di Kampung Babakan RT 010/RW 01, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (18/9/2026).
Dalam kegiatan yang berlangsung sekitar pukul 15.24 WIB tersebut, Aiptu Iksan menyambangi sejumlah ibu-ibu kader PKK yang sedang berkumpul di kediaman Ibu Sarojah selaku Ketua Kader PKK.
Bukan sekadar datang, menyapa lalu pergi. Dalam pertemuan tersebut, Bhabinkamtibmas memanfaatkan kesempatan untuk membangun komunikasi sekaligus menyampaikan pesan-pesan kamtibmas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari masyarakat.
Salah satu yang menjadi perhatian adalah penggunaan media sosial secara cerdas dan bijak.
Aiptu Iksan mengingatkan para kader PKK agar lebih cermat dalam menerima, menyaring, maupun menyebarkan informasi di media sosial. Informasi yang belum jelas kebenarannya hendaknya tidak langsung dipercaya atau diteruskan kepada orang lain.
“Kami mengajak para ibu untuk lebih cerdas dan cermat menggunakan media sosial. Jangan mudah percaya atau menyebarkan informasi sebelum mengetahui kebenarannya,” pesan Aiptu Iksan kepada para kader PKK.
Tak kalah penting, para ibu juga diajak untuk meningkatkan pengawasan terhadap perkembangan dan pergaulan anak-anak.
Menurutnya, lingkungan pergaulan dan arus informasi yang begitu cepat melalui media sosial perlu menjadi perhatian bersama. Orang tua diharapkan tidak hanya mengetahui aktivitas anak, tetapi juga membangun komunikasi yang baik agar anak merasa nyaman bercerita ketika menghadapi persoalan.
Pesan kamtibmas tersebut disampaikan sebagai langkah pencegahan agar anak-anak tidak mudah terpengaruh berbagai kegiatan maupun informasi yang menyimpang dan bertentangan dengan norma agama serta hukum.
“Peran orang tua sangat penting. Awasi perkembangan dan pergaulan anak, sekaligus bangun komunikasi yang baik di dalam keluarga. Kalau ada persoalan, jangan ragu untuk berkoordinasi dengan Bhabinkamtibmas,” lanjutnya.
Aiptu Iksan juga membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat. Warga yang membutuhkan kehadiran maupun bantuan Bhabinkamtibmas di lingkungan diminta segera menyampaikan informasi melalui sarana komunikasi yang tersedia.
Langkah tersebut menjadi bagian dari upaya cooling system sekaligus memperkuat kedekatan antara polisi dan masyarakat. Dengan komunikasi yang terjalin sejak dini, berbagai potensi persoalan di lingkungan diharapkan dapat diketahui dan ditangani lebih cepat.
Kegiatan sambang dan DDS berlangsung dengan aman dan lancar. Kehadiran Bhabinkamtibmas di tengah masyarakat juga menjadi pengingat bahwa menjaga keamanan lingkungan bukan hanya tugas polisi, tetapi membutuhkan peran aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk keluarga.
Dari Kampung Babakan, pesan sederhananya jelas: bijak bermedia sosial, peduli terhadap pergaulan anak, dan jangan menunggu masalah membesar untuk berkomunikasi dengan polisi.
Penulis : Oling
Editor : Redaktur









