MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Sekitar 1.000 peserta mengikuti Pelatihan Perempuan Siaga atau Latansa Partai Keadilan Sejahtera (PKS) se-Kabupaten Tangerang yang digelar di Lapangan Diklat Pemda Kirti Bakti, Jalan Raya Diklat Pemda Curug, Desa Curug Wetan, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Minggu (13/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung sejak pukul 06.30 WIB hingga selesai tersebut diikuti para kader dan simpatisan PKS. Pelatihan ini mengusung materi kesiapsiagaan,
pertolongan pertama, kepemimpinan, bela diri praktis, mitigasi bencana hingga kegiatan membangun kekompakan peserta.

Kegiatan tersebut dihadiri Presiden PKS Dr. H. Al Muzzammil Yusuf, Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., Ketua DPW PKS Banten H. M. Najib Hamas, S.E., M.M., Anggota DPRD Provinsi Banten H. Rispanel Arya, S.ST., M.M., Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Imam Sucipto, M.Pd.I., serta para kader dan simpatisan PKS.
Pelatihan dibuka melalui upacara yang dipimpin langsung Presiden PKS Al Muzzammil Yusuf sebagai inspektur upacara.
Dalam amanatnya, Al Muzzammil mengapresiasi DPD PKS Kabupaten Tangerang yang mampu menghadirkan ribuan peserta dalam kegiatan pembinaan dan kesiapsiagaan tersebut.

Ia menyampaikan bahwa Latansa tidak semata-mata menjadi kegiatan pelatihan, melainkan bagian dari proses kaderisasi untuk membentuk perempuan yang memiliki kesiapan mental, kemampuan menghadapi situasi sulit, keterampilan memecahkan masalah, kepedulian sosial, serta karakter keislaman yang kuat.
“Latansa bukan sekadar kegiatan pelatihan, tetapi bagian dari proses kaderisasi,” demikian pokok amanat yang disampaikan Al Muzzammil dalam pembukaan kegiatan.
Dalam amanatnya, ia juga menekankan lima nilai utama yang diharapkan menjadi bekal peserta, yakni siaga, survival, solutif, sosial, dan solihah.
Nilai siaga ditekankan agar kader selalu siap menghadapi berbagai kondisi, baik situasi normal maupun krisis dan bencana.
Sementara kemampuan survival dinilai penting karena kondisi darurat dapat membuat masyarakat kehilangan akses terhadap kebutuhan dasar seperti air, makanan, listrik, bahkan tempat tinggal.
Peserta juga didorong memiliki kemampuan solutif, yakni mampu berpikir kreatif dan mencari jalan keluar ketika menghadapi keterbatasan. Kemudian nilai sosial diwujudkan melalui kepedulian dan kesiapan membantu masyarakat dalam situasi bencana maupun keadaan darurat.
Adapun nilai solihah diarahkan pada pembentukan pribadi perempuan yang memiliki kekuatan ruhiyah, terus mengembangkan wawasan, menjaga kesehatan jasmani, serta mampu memberikan manfaat bagi masyarakat.
Selain materi tersebut, rangkaian kegiatan diisi dengan senam, perilaku hidup sehat, materi keorganisasian dan peran perempuan, pertolongan pertama/P3M, kepemimpinan, bela diri praktis, mitigasi dan tanggap bencana, hingga dinamika kelompok dan permainan membangun kerja sama tim.
Di tengah kegiatan yang melibatkan massa dalam jumlah besar tersebut, jajaran Polsek Curug, Polres Tangerang Selatan, turut melakukan pemantauan guna memastikan seluruh rangkaian kegiatan berjalan tertib dan kondusif.
Pengamanan dan monitoring melibatkan IPTU Andi Setyawan, S.H. selaku Ps. Kanit IK Polsek Curug, AIPTU Iksan Iskandar selaku Bhabinkamtibmas Desa Curug Wetan, serta Brigadir Tony Ega dari Unit IK Polsek Curug.
Kapolsek Curug AKP H.P. Tampubolon, S.T.K., S.I.K., M.Si., melalui personelnya memastikan kehadiran kepolisian merupakan bagian dari langkah preventif untuk menjaga keamanan, ketertiban, kelancaran arus peserta, serta mengantisipasi potensi gangguan kamtibmas selama kegiatan berlangsung.
“Kehadiran personel di lapangan merupakan langkah preventif untuk memastikan kegiatan masyarakat dengan jumlah peserta yang besar dapat berlangsung aman, tertib dan kondusif,” ujar jajaran Polsek Curug.
Kegiatan Latansa PKS se-Kabupaten Tangerang tersebut dijadwalkan berlangsung selama satu hari.
Hingga laporan disampaikan, seluruh rangkaian kegiatan berlangsung dalam situasi aman dan kondusif, dengan perkembangan situasi terus dipantau oleh jajaran Polsek Curug
Penulis : Oling
Editor : Redaktur









