Museum Raden Aria Wangsakara Mulai Dibangun, Merawat Ingatan dari Lengkong untuk Generasi Bangsa

- Jurnalis

Sabtu, 12 September 2026 - 01:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TANGERANG — Apa yang diwariskan sebuah generasi kepada anak cucunya ketika zaman terus berubah? Bukan hanya bangunan, tetapi juga ingatan.

Dari Kampung Lengkong Ulama, ikhtiar untuk merawat ingatan itu mulai dibangun.

Ikatan Keluarga Besar Raden Aria Wangsakara (IKBAR WANGSA) bersama Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang menggelar Peletakan Batu Pertama Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara, Jumat (11/9/2026).

Prosesi berlangsung di Kompleks TMP Makam Pahlawan Raden Aria Wangsakara, Kampung Lengkong Ulama, Desa Lengkong Kulon, Kecamatan Pagedangan, Kabupaten Tangerang.

Bagi masyarakat setempat, momentum tersebut bukan sekadar seremoni pembangunan sebuah gedung. Ada harapan agar sejarah Raden Aria Wangsakara tidak berhenti sebagai nama yang dikenang, tetapi menjadi nilai yang terus dipelajari dan diwariskan kepada generasi berikutnya.

Sejumlah unsur Pemerintah Provinsi Banten, Pemerintah Kabupaten Tangerang, DPRD, Forkopimda, ulama, tokoh masyarakat, keluarga besar Raden Aria Wangsakara dan warga sekitar hadir dalam kegiatan tersebut.

Hadir di antaranya Dr. Komarudin, M.A.P. mewakili Gubernur Banten Andra Soni, S.M., M.AP., Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., Camat Pagedangan Dhani, Kabid PUPR Provinsi Banten, Anggota DPRD Provinsi Banten Nurkholis, S.THI., Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Firman Maulana, Ketua IKBAR WANGSA KH. Taqiyudin Sya’roni, S.Pd., serta Penasihat IKBAR WANGSA KH. Baiquni Yasin.

Rangkaian acara diawali pembukaan dan doa, dilanjutkan sambutan, kemudian prosesi peletakan batu pertama oleh perwakilan Pemerintah Provinsi Banten dan Pemerintah Kabupaten Tangerang. Rangkaian kegiatan ditutup dengan doa bersama.

Bupati Tangerang Drs. Moch. Maesyal Rasyid, M.Si., dalam sambutannya, memberikan apresiasi terhadap IKBAR WANGSA yang dinilai telah mengambil bagian penting dalam menjaga warisan sejarah.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Tangerang kami sampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada IKBAR WANGSA. Pembangunan Museum Raden Aria Wangsakara ini adalah bentuk nyata penghormatan kita kepada perjuangan para pendahulu,” ujar Maesyal.

Baca Juga :  Polsek Curug Tampil Perkasa, Sabet Juara 1 dan 3 di Fun Night Run 2026 Polres Tangsel

Menurutnya, Raden Aria Wangsakara merupakan simbol perjuangan, keulamaan dan kecintaan terhadap tanah air masyarakat Tangerang dan Banten.

Nilai-nilai tersebut, kata Maesyal, harus terus diwariskan kepada generasi muda agar tidak terputus oleh perubahan zaman.

“Nilai-nilai beliau harus kita wariskan kepada generasi muda agar tidak terputus,” tegasnya.

Pemkab Tangerang, lanjut Maesyal, berkomitmen mendukung pembangunan museum tersebut. Ia berharap keberadaannya kelak tidak hanya menjadi tempat untuk mengenang sejarah, tetapi juga berkembang sebagai pusat sejarah, pusat edukasi dan destinasi wisata religi yang dapat memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.

Harapan itu mendapat sambutan dari Camat Pagedangan Daniel Ramdani. Ia menyebut peletakan batu pertama tersebut sebagai momentum bersejarah bagi masyarakat Lengkong dan Pagedangan.

“Kami dari Kecamatan Pagedangan sangat bersyukur dan bangga. Peletakan batu pertama museum ini adalah sejarah bagi masyarakat Lengkong khususnya dan Pagedangan pada umumnya,” kata Dhani.

Menurut Dhaniel,  museum juga memiliki potensi untuk menjadi penggerak aktivitas ekonomi masyarakat.

Keberadaannya diharapkan dapat membuka ruang bagi tumbuhnya UMKM, wisata religi dan berbagai kegiatan budaya yang menghidupkan Kampung Lengkong Ulama.

“Dengan adanya museum, kami berharap akan muncul UMKM, wisata religi, dan kegiatan budaya yang menghidupkan Kampung Lengkong Ulama,” ujarnya.

Pihak Kecamatan Pagedangan juga menyatakan kesiapan mendukung pembangunan tersebut, mulai dari aspek administrasi, keamanan hingga pemberdayaan masyarakat.

Dukungan juga datang dari unsur legislatif. Anggota DPRD Kabupaten Tangerang Firman Maulana menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal agar museum nantinya dapat berfungsi sebagai ruang edukasi dan wisata religi yang memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sementara itu, Dr. Komarudin, M.A.P., yang hadir mewakili Gubernur Banten Andra Soni, menegaskan dukungan Pemerintah Provinsi Banten terhadap upaya pelestarian sejarah dan budaya.

Baca Juga :  Final Turnamen Sepak Bola Antar-RW Sukabakti 2026: RW 01 Angkat Trofi, Tundukkan RW 02 dengan Skor 2–0

Bagi IKBAR WANGSA, pembangunan museum memiliki makna yang lebih dalam daripada sekadar pembangunan fisik.

 

Ketua IKBAR WANGSA KH. Taqiyudin Sya’roni, S.Pd., menegaskan bahwa pembangunan tersebut merupakan ikhtiar untuk menjaga sejarah Raden Aria Wangsakara agar tidak dilupakan anak cucu.

Sebab, sejarah tidak akan memiliki arti apabila hanya disimpan dalam ingatan segelintir orang. Ia harus diceritakan, dipelajari dan diwariskan.

Museum diharapkan menjadi ruang yang mempertemukan generasi hari ini dengan perjalanan masa lalu, sekaligus membuka kesempatan bagi generasi muda untuk memahami nilai perjuangan dan keteladanan yang pernah ditanamkan para pendahulu.

Pesan itu kemudian menyatu dalam doa penutup yang dipanjatkan Penasihat IKBAR WANGSA KH. Baiquni Yasin.

“Ya Allah, jadikan pembangunan ini amal jariyah. Jadikan museum ini pusat ilmu, pusat sejarah, dan pusat persatuan. Lahirkan generasi yang berakhlak dan mencintai negeri ini.”

Doa tersebut menjadi penutup sekaligus pengikat makna dari seluruh rangkaian kegiatan.

Sebab museum yang mulai dibangun di Lengkong diharapkan tidak sekadar menjadi tempat menyimpan benda-benda bersejarah.

Ia diharapkan menjadi rumah sejarah, rumah kebudayaan dan rumah pembelajaran.

Tempat generasi muda mengenal akar sejarahnya. Tempat masyarakat merawat warisan para pendahulu. Dan tempat nilai perjuangan Raden Aria Wangsakara terus hidup dari satu generasi ke generasi berikutnya.

Pada akhirnya, membangun museum bukan hanya tentang mendirikan sebuah bangunan.

Membangun museum adalah membangun ingatan.

Dan menjaga ingatan berarti menjaga identitas.

Dari Lengkong, sebuah ikhtiar untuk menjaga sejarah itu dimulai.

Dari Lengkong untuk Tangerang.

Dari Tangerang untuk Banten.

Dan dari Banten untuk Indonesia.

 

MATA RAKYAT ONLINE

Mengawal Fakta, Menjaga Suara Rakyat.

Penulis : Herman

Editor : Redaksi

Berita Terkait

Klarifikasi Resmi Kuasa Hukum Enjong Bin Iran: Luruskan Pemberitaan Kavling Enjong Residence yang Tak Sesuai Fakta
Polsek Legok, Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Kebakaran
Untuk Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, PERUMDAM TKR Terus Bergerak dan Memberikan Manfaat  
Partai Gelora Kabupaten Tangerang Lantik Pengurus DPD dan 29 DPC, Perkuat Konsolidasi
Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa
SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung
Rehab SDN Cukanggalih IV Rp491 Juta Disorot, LSM Harimau Pertanyakan Volume dan Spesifikasi Pekerjaan
Jempolmu Bisa Bikin Viral, Tapi Jangan Sampai Bikin Celaka! Pesan Polisi Curug untuk Pelajar

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 20:31 WIB

Klarifikasi Resmi Kuasa Hukum Enjong Bin Iran: Luruskan Pemberitaan Kavling Enjong Residence yang Tak Sesuai Fakta

Kamis, 15 Oktober 2026 - 19:41 WIB

Polsek Legok, Salurkan Bantuan Sembako kepada Warga Terdampak Kebakaran

Selasa, 13 Oktober 2026 - 13:40 WIB

Untuk Kabupaten Tangerang Semakin Gemilang, PERUMDAM TKR Terus Bergerak dan Memberikan Manfaat  

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB