TANGERANG | MataRakyat.Online — Kawasan Graha Raya kini memiliki ruang publik baru untuk aktivitas olahraga, rekreasi, dan interaksi masyarakat. Car Free Day (CFD) Graha Raya resmi digelar pada Minggu (16/8/2026), ditandai dengan pelepasan peserta fun walk oleh Wali Kota Tangerang H. Sachrudin bersama Wali Kota Tangerang Selatan H. Benyamin Davnie.
CFD tersebut menjadi perhatian karena berlangsung di kawasan yang bersinggungan dengan wilayah administrasi Kota Tangerang dan Kota Tangerang Selatan. Pemerintah kedua daerah menjadikan momentum tersebut sebagai bentuk kolaborasi lintas wilayah dalam menghadirkan ruang aktivitas yang sehat dan positif bagi masyarakat.
Informasi mengenai peresmian tersebut dikonfirmasi melalui publikasi resmi Pemerintah Kota Tangerang. Dalam keterangannya, Sachrudin menyebut CFD Graha Raya bukan semata-mata tentang penutupan jalan dari kendaraan bermotor, tetapi diarahkan menjadi ruang publik yang dapat dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga, berkumpul dan mempererat kebersamaan.
“Ini merupakan wujud kolaborasi lintas kota yang didukung dunia usaha untuk menghadirkan ruang beraktivitas yang sehat dan positif bagi masyarakat,” ujar Sachrudin.
CFD Jadi Ruang Publik untuk Masyarakat
Peresmian CFD Graha Raya ditandai dengan kegiatan fun walk yang diikuti masyarakat. Kehadiran warga sejak pagi menunjukkan bahwa ruang terbuka yang memberikan kesempatan untuk beraktivitas fisik memiliki daya tarik tersendiri, terutama di kawasan perkotaan dengan mobilitas masyarakat yang tinggi.
Bagi pemerintah daerah, konsep CFD tidak berhenti pada aktivitas olahraga. Ruang tersebut dapat menjadi tempat bertemunya berbagai kelompok masyarakat, mulai dari keluarga, komunitas olahraga, pelaku usaha kecil hingga masyarakat umum.
Sacrudin menekankan bahwa CFD dapat menjadi bagian dari gaya hidup sehat sekaligus ruang interaksi sosial.
Pandangan tersebut sejalan dengan arah pengembangan kawasan perkotaan yang membutuhkan ruang publik yang aman, nyaman dan dapat diakses masyarakat untuk aktivitas nonformal.
Kolaborasi Kota Tangerang dan Tangerang Selatan
Salah satu aspek penting dari CFD Graha Raya adalah karakter kawasannya yang bersinggungan dengan dua wilayah pemerintahan.
Karena itu, keberadaan CFD tersebut tidak hanya dapat dilihat sebagai program satu pemerintah daerah, tetapi juga sebagai contoh kolaborasi lintas wilayah.
Pemerintah Kota Tangerang menyebut kegiatan tersebut mendapat dukungan dari Pemerintah Kota Tangerang Selatan, dunia usaha, komunitas dan masyarakat. Kolaborasi berbagai unsur tersebut dinilai penting agar kegiatan tidak berhenti pada seremoni peresmian, tetapi dapat berkembang menjadi aktivitas publik yang berkelanjutan.
Wali Kota Tangerang Selatan Benyamin Davnie juga hadir dalam kegiatan tersebut. Pada hari yang sama, Pemkot Tangsel melalui kanal informasi resminya memberitakan kegiatan Fun Walk di kawasan Graha Raya Bintaro yang digelar Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Tangsel.
Momentum HUT ke-81 Kemerdekaan RI
Peresmian CFD Graha Raya berlangsung hanya beberapa hari menjelang peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia.
Sachrudin mengaitkan momentum tersebut dengan pentingnya membangun budaya hidup sehat, menjaga lingkungan serta memperkuat kebersamaan masyarakat.
Menurutnya, semangat kemerdekaan tidak hanya diwujudkan melalui kegiatan seremonial, tetapi juga dapat diisi dengan kegiatan positif yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
“Semangat kemerdekaan juga dapat kita isi dengan budaya hidup sehat, menjaga lingkungan, memperkuat kebersamaan, dan menghadirkan kegiatan yang positif bagi masyarakat,” kata Sachrudin.
Tidak Sekadar Jalan Bebas Kendaraan
CFD pada dasarnya memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk menggunakan ruang jalan secara lebih leluasa tanpa dominasi kendaraan bermotor dalam waktu tertentu.
Namun, nilai yang lebih penting adalah bagaimana ruang tersebut dimanfaatkan.
Jika dikelola secara konsisten, CFD dapat menjadi ruang bertemunya olahraga, rekreasi keluarga, komunitas, edukasi lingkungan dan aktivitas ekonomi masyarakat.
Di sisi lain, keberlanjutan CFD juga membutuhkan pengelolaan yang baik. Pengaturan lalu lintas, kebersihan, keselamatan pengguna jalan, akses warga sekitar serta pengendalian aktivitas pedagang menjadi bagian penting agar ruang publik tersebut tetap nyaman.
Karena itu, keberhasilan CFD Graha Raya nantinya tidak hanya dapat diukur dari jumlah warga yang datang pada hari peresmian, tetapi dari kemampuannya menjadi ruang publik yang rutin, tertib dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Peluang bagi UMKM dan Komunitas
Kehadiran masyarakat dalam jumlah besar juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) serta komunitas lokal.
Aktivitas ekonomi di sekitar CFD dapat menjadi bagian dari ekosistem ruang publik sepanjang dilakukan dengan pengaturan yang jelas dan tidak mengganggu fungsi utama kawasan.
Sejumlah informasi promosi kegiatan CFD Graha Raya juga menyebut adanya aktivitas seperti permainan, kegiatan mewarnai, seni serta bazar UMKM.
Hal tersebut menunjukkan bahwa konsep CFD dapat dikembangkan menjadi ruang publik multifungsi, bukan sekadar lokasi olahraga pada Minggu pagi.
Tantangan Setelah Peresmian
Peresmian merupakan langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan CFD Graha Raya dapat berlangsung secara konsisten dan memberikan pengalaman yang baik bagi masyarakat.
Beberapa hal yang perlu menjadi perhatian antara lain kepastian jadwal, rekayasa lalu lintas, keamanan pejalan kaki, kebersihan, fasilitas kesehatan, ketersediaan tempat sampah, akses bagi kelompok rentan serta penataan pedagang dan kegiatan komunitas.
Koordinasi lintas wilayah juga menjadi faktor penting mengingat kawasan Graha Raya memiliki keterkaitan aktivitas masyarakat dari Kota Tangerang maupun Tangerang Selatan.
Dengan koordinasi yang kuat, CFD berpotensi menjadi salah satu contoh bagaimana ruang perkotaan dapat dimanfaatkan untuk kepentingan publik tanpa harus selalu menghadirkan pembangunan fisik baru.
Sachrudin: CFD Diharapkan Terus Berkembang
Sachrudin mengapresiasi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan CFD Graha Raya, mulai dari pemerintah daerah, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat.
Ia berharap CFD tersebut tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi berkembang menjadi ruang publik yang hidup dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat.
“Saya berharap, CFD Graha Raya terus berkembang menjadi ruang publik yang hidup dan menjadi bagian dari gaya hidup sehat masyarakat,” pungkas Sachrudin.
Bagi masyarakat Graha Raya dan sekitarnya, kehadiran CFD memberikan pilihan baru untuk berolahraga dan berkegiatan bersama keluarga di ruang terbuka.
Lebih jauh, kolaborasi Kota Tangerang dan Tangerang Selatan dalam penyelenggaraan kegiatan tersebut memperlihatkan bahwa batas administratif tidak selalu harus menjadi batas dalam menghadirkan pelayanan dan ruang publik yang bermanfaat bagi warga.
Kini, pekerjaan berikutnya adalah memastikan ruang gerak sehat tersebut benar-benar hidup, tertib dan berkelanjutan.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









