TANGERANG — Pertemuan antara Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua dengan Forum Media dan LSM Independen (FORMASI), insan media, serta pegiat lembaga swadaya masyarakat berlangsung dalam suasana hangat dan kekeluargaan di Kantor Kecamatan Kelapa Dua.
Pertemuan yang dipimpin Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat, S.Sos., MM., M.Si., tersebut menjadi momentum memperkuat komunikasi dan sinergi antara pemerintah, media, serta elemen masyarakat dalam mengawal pelayanan publik dan pembangunan di wilayah Kecamatan Kelapa Dua.
Dalam pertemuan itu, dibahas pentingnya membangun komunikasi yang terbuka, sehat, dan berkelanjutan antara pemerintah dengan insan pers dan LSM. Media dinilai memiliki posisi strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat sekaligus menjalankan fungsi kontrol sosial.
Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ruang komunikasi yang memungkinkan berbagai persoalan di lapangan disampaikan secara cepat dan objektif, sehingga pemerintah dapat memberikan klarifikasi maupun mengambil langkah penanganan sesuai kebutuhan masyarakat.
Media juga diharapkan tetap mengedepankan prinsip jurnalistik dalam menjalankan tugas, termasuk memastikan informasi yang disampaikan kepada publik berdasarkan fakta, berimbang, dan dapat dipertanggungjawabkan.
Sebaliknya, keterbukaan informasi dari pemerintah menjadi bagian penting dalam membangun pemberitaan yang objektif dan konstruktif.
Pola komunikasi dua arah tersebut dinilai penting agar media tidak hanya menjadi penyampai informasi, tetapi juga dapat menjadi jembatan antara pemerintah dan masyarakat dalam menyampaikan aspirasi maupun persoalan pelayanan publik.
Pengalaman Camat Kelapa Dua Dadang Sudrajat dalam pemerintahan daerah, termasuk bidang kehumasan dan pembinaan Pramuka, turut menjadi modal dalam membangun komunikasi dengan berbagai elemen masyarakat.
Pendekatan komunikasi yang terbuka dan humanis diharapkan dapat memperkuat hubungan antara pemerintah, media, LSM, dan masyarakat tanpa menghilangkan fungsi serta posisi masing-masing.
Selain membahas hubungan pemerintah dengan media dan LSM, pertemuan tersebut juga menyoroti keberlanjutan pelayanan publik.
Program dan pelayanan yang telah berjalan di Kecamatan Kelapa Dua diharapkan dapat terus dipertahankan, dievaluasi, serta ditingkatkan sesuai perkembangan dan kebutuhan masyarakat.
Ketua FORMASI, Junaedi, menyampaikan bahwa pihaknya terbuka untuk membangun komunikasi dan kolaborasi positif dengan Pemerintah Kecamatan Kelapa Dua.
Menurutnya, media dan LSM tidak semata-mata hadir untuk menyampaikan kritik, tetapi juga dapat menjadi mitra strategis dalam menyampaikan aspirasi masyarakat serta memberikan informasi mengenai berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan.
“FORMASI hadir untuk membangun komunikasi dan kolaborasi yang konstruktif. Kami ingin media dan LSM dapat menjalankan fungsi kontrol sosial secara profesional, sekaligus menjadi bagian dari upaya memberikan informasi dan solusi bagi kepentingan masyarakat,” ujar Junaedi.
Sementara itu, Pembina FORMASI, Haerul Herdiyansyah, menekankan pentingnya menjaga komunikasi yang sehat antara pemerintah, media, LSM, dan masyarakat.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi awal dari hubungan yang lebih solid dan berkelanjutan, sehingga berbagai persoalan publik dapat dikomunikasikan secara baik dan dicarikan solusi sesuai kewenangan masing-masing.
“Kami berharap sinergi ini tidak berhenti pada pertemuan hari ini. Yang lebih penting adalah bagaimana komunikasi dan kolaborasi dapat terus berjalan untuk kepentingan masyarakat serta mendukung terciptanya pelayanan publik yang semakin baik,” ungkap Haerul.
Pertemuan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai agenda silaturahmi, tetapi berkembang menjadi komunikasi yang berkelanjutan antara pemerintah, media, dan LSM.
Melalui komunikasi yang terbuka, pemberitaan yang berimbang, serta fungsi kontrol sosial yang dijalankan secara profesional, sinergi tersebut diharapkan mampu memberikan kontribusi positif terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik di Kecamatan Kelapa Dua.
Pada akhirnya, kolaborasi antara pemerintah, media, LSM, dan masyarakat bukan dimaksudkan untuk menghilangkan fungsi kontrol, melainkan membangun ekosistem komunikasi publik yang sehat agar setiap persoalan dapat diketahui, diklarifikasi, dan ditindaklanjuti secara proporsional demi kepentingan masyarakat.
Penulis : Herman
Editor : Redaksi









