MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Upaya mencegah tawuran antar pelajar dan perilaku bullying terus digencarkan jajaran Polsek Curug Polres Tangerang Selatan. Melalui program CETAR (Cegah Tawuran Antar Pelajar), kepolisian kembali menyambangi lingkungan sekolah untuk memberikan edukasi dan pesan kamtibmas kepada para pelajar.
Kegiatan tersebut dilaksanakan Bhabinkamtibmas Desa Cukanggalih Polsek Curug Aiptu H. Aryani di SMKN 13 Kabupaten Tangerang, Kampung Rancabuntu RT 04/RW 09, Desa Cukanggalih, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Jumat (11/9/2026) sekitar pukul 13.20 WIB.
Dalam sambang sekolah tersebut, Aiptu H. Aryani mengajak para siswa dan siswi untuk bersama-sama menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, nyaman dan bebas dari tawuran maupun bullying.Salah satu pesan utama yang disampaikan adalah agar para pelajar setelah kegiatan sekolah selesai segera pulang ke rumah dan tidak melakukan aktivitas lain di luar jam sekolah yang berpotensi membawa mereka ke dalam situasi negatif.

Pelajar Diminta Cerdas Bermedia Sosial
Selain tawuran, penggunaan media sosial juga menjadi perhatian. Para siswa diingatkan agar lebih cermat dan bijak sebelum menyebarkan informasi.
Bhabinkamtibmas meminta pelajar tidak mudah mengunggah atau membagikan berita yang belum diketahui kebenarannya, karena informasi yang tidak terverifikasi dapat memicu kesalahpahaman, provokasi maupun konflik antar kelompok.
“Gunakan media sosial secara cerdas. Jangan mudah percaya dan jangan langsung menyebarkan informasi yang belum jelas kebenarannya. Saring terlebih dahulu sebelum membagikan sesuatu,pesan Aiptu H. Aryani kepada para pelajar.
Cegah Tawuran, Tolak Bullying
Dalam kegiatan tersebut, siswa juga diajak menjaga kerukunan dengan sesama teman serta menghindari bullying atau perundungan dalam bentuk apa pun.
Para pelajar diberikan pemahaman bahwa perbedaan pertemanan, kelompok maupun latar belakang tidak boleh menjadi alasan untuk melakukan kekerasan atau saling merendahkan.
Kepolisian juga memberikan penegasan agar tidak ada siswa yang terlibat dalam aksi tawuran.
Apabila menghadapi persoalan dengan teman maupun kelompok lain, para siswa diminta tidak menyelesaikan masalah dengan kekerasan, tetapi segera berkoordinasi dengan wali kelas, guru maupun Bhabinkamtibmas untuk mendapatkan solusi.
Kapolsek Curug: Jangan Rusak Masa Depan Karena Tawuran
Kapolsek Curug AKP H.P. Tampubolon, S.T.K., S.I.K., M.Si., mengatakan bahwa pencegahan tawuran harus dilakukan secara konsisten melalui edukasi dan pendekatan langsung kepada para pelajar.
“Program CETAR merupakan bentuk upaya preventif kami untuk mencegah tawuran sejak dini. Kami ingin para pelajar memahami bahwa tawuran bukanlah keberanian, tetapi justru dapat merusak masa depan mereka,” ujar AKP H.P. Tampubolon.
Menurutnya, pelajar merupakan generasi penerus yang harus mendapatkan ruang tumbuh yang aman, baik di sekolah maupun di lingkungan tempat tinggal.
“Kami mengajak seluruh siswa untuk menjaga persahabatan, menghormati guru dan orang tua, serta menjauhi tawuran, bullying dan segala bentuk kekerasan. Kalau ada persoalan, jangan dipendam dan jangan diselesaikan dengan kekerasan. Sampaikan kepada guru, wali kelas atau Bhabinkamtibmas,”tegasnya.
Kapolsek juga mengingatkan pentingnya peran sekolah, orang tua dan kepolisian dalam melakukan pengawasan terhadap aktivitas pelajar.
“Pencegahan tawuran bukan hanya tugas polisi. Sekolah, orang tua, lingkungan dan para pelajar sendiri harus menjadi bagian dari solusi. Mari bersama-sama kita jaga anak-anak kita agar tetap berada di jalur yang positif,”pungkasnya.
Melalui kegiatan sambang sekolah dan program CETAR tersebut, Polsek Curug terus memperkuat pendekatan preventif dan edukatif untuk menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, tertib, bebas tawuran, serta bebas bullying.
CETAR bukan sekadar slogan – tetapi gerakan bersama untuk menyelamatkan masa depan pelajar dari tawuran dan kekerasan.
Penulis : Oling
Editor : Redaktur









