Bukan Sekadar Jabatan, Kades Dody Munanto Konsisten Hadir Bersama Warga dalam Suka dan Duka

- Jurnalis

Kamis, 27 Agustus 2026 - 02:23 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

MataRakyat.Online | Kabupaten Tangerang – Menjadi seorang pemimpin bukan hanya tentang menjalankan roda pemerintahan dari balik meja. Lebih dari itu, pemimpin dituntut mampu hadir dan merasakan langsung apa yang dialami masyarakat, termasuk ketika warganya sedang menghadapi musibah

Hal tersebut terlihat dari sosok Kepala Desa Serdang Wetan, Kecamatan Legok, Kabupaten Tangerang, Dody Munanto, yang kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap masyarakat.

Pada Rabu malam (26/8/2026), Dody Munanto hadir langsung di tengah warga Desa Serdang Wetan yang sedang berada dalam suasana duka. Tidak berhenti pada menghadiri takziah, Dody juga turut mengiringi jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir sebagai bentuk penghormatan dan kepeduliannya kepada warga.

Kehadiran Dody dalam suasana duka tersebut bukanlah yang pertama kali dilakukan. Warga menyebut, Kepala Desa Serdang Wetan itu memang dikenal aktif turun ke lingkungan dan berupaya hadir dalam berbagai kondisi yang dihadapi masyarakat.

Bukan Sekadar Seremonial

Bagi masyarakat, kehadiran seorang kepala desa ketika warga sedang berduka memiliki makna tersendiri. Di tengah kesedihan keluarga, perhatian dan dukungan dari seorang pemimpin dapat menjadi bentuk penguatan secara moral.

Salah seorang warga Serdang Wetan mengatakan, apa yang dilakukan Dody bukan sesuatu yang baru.

“Bukan baru kali ini Pak Kades datang kalau ada warga yang berduka. Beliau memang sering hadir. Bahkan sampai ikut mengiringi jenazah ke tempat peristirahatan terakhir. Menurut kami, ini menunjukkan kepedulian beliau kepada warga,” ungkap warga tersebut.

Warga lainnya menilai, pemimpin yang dekat dengan masyarakat tidak hanya terlihat ketika menghadiri kegiatan yang bersifat seremonial, tetapi juga ketika masyarakat sedang menghadapi persoalan dan musibah.

“Kami sebagai warga tentu merasa dihargai ketika kepala desa mau datang langsung. Apalagi saat suasana sedang berduka. Kehadiran beliau menjadi bentuk perhatian kepada keluarga yang sedang terkena musibah,” ujar warga lainnya.

Suka dan Duka, Warga Tidak Ditinggalkan

Kedekatan dengan masyarakat menjadi salah satu hal yang terus diperlihatkan Dody Munanto selama menjalankan tugasnya sebagai Kepala Desa Serdang Wetan.

Baca Juga :  Suara Perempuan untuk Masa Depan Bangsa Menggema di Lapas Kelas I Tangerang

Ia tidak hanya hadir dalam kegiatan pembangunan maupun kegiatan kemasyarakatan, tetapi juga berusaha berada di tengah warga dalam berbagai momentum sosial.

Dalam suasana duka pada Rabu malam tersebut, Dody turut bersama masyarakat mengiringi jenazah hingga proses pemakaman selesai.

Bagi warga, langkah sederhana tersebut memiliki makna yang cukup dalam. Seorang kepala desa tidak hanya hadir ketika masyarakat sedang merayakan keberhasilan, tetapi juga tetap berada bersama warga ketika kesedihan datang.

“Pemimpin itu bukan hanya datang saat ada acara besar. Saat warga sedang susah atau berduka, justru di situ kita bisa melihat kepeduliannya,” kata seorang warga.

Kepemimpinan yang Dirasakan, Bukan Sekadar Didengar

Baca Juga :  Bukan Minta Diistimewakan! Warga Dirikan Tenda di Halaman Atr/Bpn Kabupaten Tangerang, Desak Kepastian Pelayanan

Kehadiran Dody Munanto di tengah masyarakat dinilai menjadi bagian penting dalam membangun hubungan antara pemerintah desa dengan warga.

Sebab, pembangunan desa tidak hanya berbicara mengenai jalan, infrastruktur, administrasi, maupun program pemerintahan. Ada sisi kemanusiaan yang juga tidak kalah penting, yakni bagaimana seorang pemimpin hadir ketika masyarakat membutuhkan.

Konsistensi Dody Munanto untuk hadir dalam situasi suka maupun duka pun menjadi perhatian tersendiri bagi warga
.
“Kami berharap Pak Kades tetap seperti ini, dekat dengan warga dan mau turun langsung. Karena masyarakat membutuhkan pemimpin yang bisa hadir dan mendengar,” ujar warga.

Kehadiran Kepala Desa Serdang Wetan tersebut memberikan gambaran sederhana tentang arti kepemimpinan di tingkat desa.
Bukan hanya soal jabatan. Bukan hanya soal kewenangan. Tetapi tentang bagaimana seorang pemimpin mampu hadir ketika rakyatnya membutuhkan.

Suka dirasakan bersama, duka pun tidak ditinggalkan sendirian.

Dan malam itu, Dody Munanto tidak hanya datang untuk menyampaikan belasungkawa. Ia memilih tetap bersama warga, turut mengiringi jenazah hingga ke tempat peristirahatan terakhir.

Bagi masyarakat Serdang Wetan, sikap tersebut menjadi potret kepemimpinan yang dinilai dekat, peduli, dan hadir bersama rakyat dalam setiap keadaan.

Penulis : Oling

Editor : Redaktur

Berita Terkait

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa
SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung
Pilar Saga Apresiasi KH Sobron Zayyan, Tokoh Keagamaan Tangsel Raih Anugerah Inspiratif
Musrenbang Desa Kadu Bahas Arah Pembangunan 2027–2028, Polsek Curug Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif
Pembangunan DSDABMBK di Bintaro Sektor 3A Diduga Berkaitan dengan Kecelakaan Tunggal
Musrenbang Desa Curug Wetan Bahas RKP 2027, Bhabinkamtibmas Polsek Curug Kawal Aspirasi Warga
GMPK Banten Tancap Gas! Bukan Organisasi Seremonial, Perangi Korupsi dengan Data dan Fakta
Langkah Dini Lindungi Warga, Sachrudin dan DPUPR Terus Bergerak

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 17:56 WIB

Wali Kota Tangsel Beri Penghargaan Pancawarsa I kepada Kunardi, Dorong Pramuka Perkuat Karakter Siswa

Selasa, 6 Oktober 2026 - 07:48 WIB

SMPN 14 Tangsel Bangun Gedung 3 Lantai, Dilengkapi 18 Ruang Kelas dan Fasilitas Pendukung

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 10:46 WIB

Pilar Saga Apresiasi KH Sobron Zayyan, Tokoh Keagamaan Tangsel Raih Anugerah Inspiratif

Jumat, 2 Oktober 2026 - 16:59 WIB

Musrenbang Desa Kadu Bahas Arah Pembangunan 2027–2028, Polsek Curug Pastikan Kamtibmas Tetap Kondusif

Kamis, 1 Oktober 2026 - 15:22 WIB

Pembangunan DSDABMBK di Bintaro Sektor 3A Diduga Berkaitan dengan Kecelakaan Tunggal

Berita Terbaru

Kota Tangerang

KH Embay Mulya Syarief Dinilai Layak Jadi Penasihat Ahli Kapolri

Rabu, 14 Okt 2026 - 15:18 WIB