MataRakyat.Online | Tangerang – Tawuran bukan prestasi. Viral di media sosial bukan berarti keren. Dan satu ajakan yang salah di dunia maya bisa berujung panjang di dunia nyata.
Pesan itulah yang dibawa jajaran Polsek Curug saat menyambangi SMK Yuppentek 2, Kampung Sukabakti, Kelurahan Sukabakti, Kecamatan Curug, Kabupaten Tangerang, Rabu (23/9/2026).
Melalui program CETAR (Cegah Tawuran Antar Pelajar) dan FKPMS, kepolisian mengambil langkah berbeda. Bukan hanya datang ketika masalah sudah terjadi, tetapi hadir lebih awal untuk menjadi pendamping, teman, sekaligus orang tua asuh bagi para pelajar.
Kegiatan yang dimulai sekitar pukul 11.00 WIB tersebut diikuti siswa dan siswi SMK Yuppentek 2. Polsek Curug mengirimkan dua personel, yakni Panit Intel IPDA Indra Permana, S.H., bersama Bhabinkamtibmas Desa Kadu Jaya Bripka Adi Darma Rajak.

Di hadapan para pelajar, pesan yang disampaikan sederhana, tetapi sangat dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari: jangan mudah terprovokasi, jangan asal percaya informasi di media sosial, dan jangan biarkan masa sekolah rusak hanya karena ikut-ikutan.
“Jempol Boleh Aktif, Tapi Otak Jangan Pasif”
Era media sosial membuat informasi bergerak begitu cepat. Satu pesan ajakan dapat menyebar ke banyak orang hanya dalam hitungan detik.
Karena itu, para pelajar diingatkan agar tidak langsung mempercayai berita, unggahan maupun ajakan yang belum diketahui sumber dan tujuannya.
“Jangan mudah terhasut oleh berita atau ajakan yang belum jelas tujuannya. Cek dulu informasinya, pikirkan dampaknya dan jangan ikut-ikutan. Gunakan media sosial untuk hal yang positif,” pesan personel Polsek Curug kepada para pelajar.
Polisi juga mengingatkan bahwa tawuran bukanlah simbol keberanian. Justru, keberanian sesungguhnya adalah kemampuan untuk mengatakan tidak ketika diajak melakukan sesuatu yang dapat merugikan diri sendiri maupun orang lain.
Sekolah Tempat Mengejar Masa Depan, Bukan Mencari Masalah
Dalam kegiatan tersebut, pelajar juga diberikan pemahaman tentang bahaya kenakalan remaja serta penyalahgunaan narkotika dan obat-obatan.
Polsek Curug mengajak para siswa untuk menjaga pergaulan, memilih teman yang membawa pengaruh positif dan berani menjauh dari lingkungan yang berpotensi menyeret mereka ke dalam persoalan hukum.
Sebab, satu keputusan yang diambil dalam hitungan menit dapat memberikan dampak panjang bagi masa depan.
“Belajar lebih penting. Kejar prestasi, bukan sensasi. Jangan sampai masa depan kalian tergadaikan hanya karena tawuran, narkoba atau ajakan yang tidak jelas,” menjadi pesan yang ditekankan dalam kegiatan tersebut.
Polisi Ingin Dekat dengan Pelajar
Ps. Kapolsek Curug AKP H.P. Tampubolon, S.T.K., S.I.K., M.Si. menegaskan bahwa pendekatan kepada pelajar akan terus dilakukan secara humanis dan persuasif.
Kepolisian tidak ingin hadir hanya ketika terjadi gangguan keamanan. Sebaliknya, polisi ingin membangun komunikasi sejak dini agar pelajar memiliki tempat untuk bertanya, bercerita dan mendapatkan edukasi ketika menghadapi persoalan.
“Kami ingin polisi bukan hanya dikenal saat melakukan penindakan. Polisi juga harus hadir sebagai teman dan pendamping bagi generasi muda. Kami mengajak para pelajar menjaga diri, menjaga teman dan menjaga masa depan,” ujarnya.
Menurutnya, mencegah tawuran dan kenakalan remaja membutuhkan kerja sama semua pihak. Sekolah, orang tua, masyarakat dan kepolisian memiliki peran masing-masing dalam menciptakan lingkungan yang aman bagi generasi muda.
Program CETAR dan FKPMS pun menjadi bagian dari langkah preemtif Polsek Curug untuk membangun kesadaran pelajar dari dalam lingkungan sekolah.
Karena menjaga generasi muda bukan hanya soal menghentikan tawuran ketika terjadi.
Lebih penting lagi adalah mencegah satu anak pun mengambil langkah yang salah.
Jangan cari keren lewat tawuran.
Jangan cari sensasi lewat media sosial.
Jangan coba-coba narkoba.
Kejar prestasi, banggakan keluarga, dan siapkan masa depan.
Polsek Curug hadir, pelajar hebat bersatu: CETAR—Cegah Tawuran Antar Pelajar!
Penulis : Oling
Editor : Redaktur









